Prediksi Liga Champion: Atletico Madrid-Leicester City

Leicester City sekarang ini harus berusaha dengaj keras mengalahkan atletico madrid yang masih menjadi klub yang tak terkalahkan.

Untuk bisa menyingkirkan Leicester City, Atletico Madrid hanya butuh skor imbang. Pada Rabu (19/4) dini hari esok, Leicester City harus berusaha dengan keras guna membayar defisit kekalahan 1-0 ketika menjamu tim Atletico Madrid pada leg kedua perempat final dari laga besar, Liga Champions.

Pencapaian Leicester City

Satu-satunya gol yang tercipta di pertemuan pertama yang terjadi adalah lewat tendangan pinalti. Dengan keunggulan seperti ini, Los Rojiblancos hanya perlu skor imbang agar bisa lolos. The Fox sendiri sebenarnya masih punya peluang namun jika bisa mendapatkan kemenangan togel sgp minimal 2-0.

Seperti yang publik ketahui, Leicester sudah tiga kali pertanding tanpa kemenangan di dalam tiga pertandingan juga. Di laga tandang, misalnya,  masih terekam jelas Leicester ditahan imbang 2-2 saat melawan Crystal Palace. Di tangan Atletico pun kalah dengan skor 1-0 dan saat bertandang melawan Everton, mereka lagi-lagi harus menelan pil pahit karena harus kalah dengan skor yang cukup jauh yakni 4-2.

Leicester sempat meraih kemenangan di lima pertandingan landang yang mana saat itu mereka di bawah asuhan Craig Shakespeare. Semua kemenangan yang mereka dapatkan tersebut ditandai dengan margin dua gol. Hal ini dipercaya menjadi sesuatu yang positif menjelang laga kandang lawan Atletico.  Ditambah lagi Leicester memenangkan empat pertandingan sekaligus di dalam laga Liga Champions di musim ini. Dan tiga di antara, mereka berhasil melalukan clean sheet.

Sepak Terjang Atletico

Sementara itu, kita juga hendaknya jangan melupakan saat-saat  Atletico yang tidak terkalahkan di 10 pertandingan sekaligus. Hanya dua di antaranya imbang dan 7 di antaranya menang telak. Satu-satunya kekalahan yang mereka tanggung adalah saat klub besutan Diego Simone melawan Barcelona pada bulan Februari lalu.

Dan dengan kemenangan yang mereka kantongi pekan lalu saat mendapatkan skor 1-0, Leicester agaknya harus lebih keras menjalankan misinya untuk mengalahkan Atletico. Pasalnya, setelah kemenangan itu Atletico menjadi satu satunya klub yang tidak terkalahka atas Leicester yang mana termasuk empat kemenangan dan satu lagi dengan skor imbang.

Pertandingan Atletico Melawan Leicester

Di kompetisi Eropa, pertandingan ini merupakan pertandingan ketiga di mana Leicester Melawan Atletico.  Dalam dua pertemuan sebelumnya, mereka kalah setelah rival mereka harus menang akibat agregat gol. Sedang kunjungan Leicester yang terakhir ke Atletico adalah tahun 1997 guna pertandingan pendahuluan yang waktu itu mereka menangkan dengan skor apik yakni 2-0.

Atletico sendiri memiliki rekor yang cukup buruk di Inggris jika dilihat dari hanya mendapatkan 2 kemenangan dari total 10 kunjungan.  Kalah dan imbang masing-masing 4 kali.

Skenario Kualifikasi Pertandingan

Apabila hasilnya imbang, maka Atletico akan berhasil melenggang ke babak semi-final. Jika skor yang didapatkan Leicester 1-0, maka akan ada perpanjangan waktu dan ada kemungkinan adu penalti juga.

Jika dalam pertandingan judi bola ini Leicester kebobolan 1 gol saja, maka akan ada kemungkinan mereka harus menang dengan margin 2 gol. Namun lain halnya dengan Atletico yang berpeluang unggul dengan sebuah gol tandang bahkan ketika mereka mendapatkan agregat sama kuatnya.

Itulah beberapa prediksi untuk pertandingan Leicester-Atletico.  Susunan pemainnya pun akam menuju pola 4-4-2 untuk Leicester sedangkan Atletico Madrid akan menggunakan formasi yang sama juga. Bisakah Leicester menang apabila masih ingin mempertahankan reputasi baiknya dan menggembiramenggembirakan semua fans? Dan yang paling penting membuat nama mereka kembali melambung tinggi setelah mencetak catatan buruk.

Claudio Ranieri Pantas Jadi Pelatih Terbaik Tahun 2016

Franco Baresi mengungkapkan jika Claudio Raineri lebih layak untuk mendapatkan gelar penghargaan sebagai pelatih terbaik di tahun 2016 dibandingkan 2 lainnya.

Tidak hanya klub yang berebut gelar dan prestasi, tidak juga hanya pemain saja yang berebut untuk mengukir sejarah, melainkan juga para pelatih yang berkompetisi untuk menjadi pelatih terbaik. Walau pada umumnya semua pelatih tidak memikirkan akan gelar pelatih terbaik oleh FIFA karena mereka lebih fokus mengatur strategi dan mengarahkan anak asuhnya di setiap pertandingan, paling tidak, gelar pelatih terbaik ala FIFA mampu memberikan semangat dan sekaligus membuat perbandingan antar pelatih.

Franco Baresi: Claudio Ranieri Pantas Raih Gelar Pelatih Terbaik

Menyusul semakin dekat dengan hari dimana FIFA akan menganugerahkan gelar pelatih terbaik untuk musim 2016, sejumlah nama sudah masuk di dalam nominasi gelar ala FIFA tersebut. Salah satu namanya adalah Claudio Ranieri. Menurut Franco Baresi, Ranieri sangat pantas untuk menjadi pelatih terbaik di tahun ini yang artinya Ranieri jauh lebih baik serta mengalahkan Zinedine Zidane dan juga Fernando Santos. Tentunya, ungkapan ini bukan tanpa alasan.

Baresi yang merupakan mantan pemain klub AC Milan tersebut mengungkapkan jika Ranieri layak untuk menerima penghargaan bergengsi tersebut dikarenakan usahanya yang sangat keras dimana ia mengasuh tim kecil Leicester City namun dengan semangat dan kegigihannya, di musim 2015-2016, ia mampu membawa Leicester City hingga ke puncak klasemen sampai pada akhirnya merasakan gelar sebagai juara di ajang paling bergengsi di Inggris, Liga Primer Inggris untuk yang pertama kalinya dalam sejarah klub.

Nama Claudio Ranieri memang telah tercatat sebagai salah satu dari 3 finalis judi online sebagai pelatih terbaik tahun 2016 menurut FIFA. FIFA memahami dengan sebaik-baiknya kenapa Ranieri ikut bersanding dengan nama Zinedine Zidane yang membawa Real Madrid menjuarai Liga Champions 2016 dan sedangkan Fernando Santos berhasil membawa Timnas Portugal meraih juara Euro 2016. Ranieri yang membawa Leicester City menjuara Liga Primer juga tak luput dari pandangan FIFA.

Claudio Raineri Lebih Layak Dibanding Rivalnya

Keberhasilan kedua rivalnya yakni Zidane dan juga Santos sebenarnya dapat dimaklumi lantara tim yang mereka asuh memiliki pemain bintang dan memiliki komposisi pemain yang bagus terutama sang mega bintang, Cristiano Ronaldo yang bukan hanya sebagai pemain Real Madrid saja melainkan juga punggawa Timnas Portugal. Bisa dibandingkan dengan apa yang didapatkan Raineri.

Bukan berarti melecehkan, akan tetapi jika dibandingkan komposisi materi antara Real Madrid dan Timnas Portugal, Ranieri bisa dikatakan tidak memiliki pemain bintang satu-pun saat itu. Sebaliknya, kesuksesan Leicester City di musim kemarin kemudian melahirkan berbagai bintang baru di Liga Primer Inggris. Sebut saja Wes Morgan, Kasper Schmeichel, Daniel Drinkwater, Riyad Mahrez dan Jamie Vardy yang sebelumnya tidak terlalu diperhitungkan.

Menurut Baresi, 3 pelatih yang masuk nominasi memang menjalani tahun dengan sangat luar biasa. Zidane juara Liga Champions, Santos membawa nama negaranya semakin harum di Euro. Sedangkan Ranieri, Baresi mengatakan jika pelatih ini bahkan membuat sebuah keajaiban dengan Leicester City. Ia menambahkan jika tidak ada kata yang pas yang mampu menggambarkan apa yang telah Ranieri lakukan saat menjuarai Liga Primer Inggris.

Masih menurut Baresi, terkadang sulit untuk menentukan siapakah pelatih yang akan mendapatkan gelar sebagai pelatih terbaik di dunia setiap tahun. Namun, untuk tahun ini, Ranieri memang sangat pantas. Akan tetapi, entah apa yang akan terjadi, di hampir separuh musim 2016-17 ini, Leicester City sangat terpuruk hingga berada di urutan 16 klasemen sementara dengan poin 16. Hanya saja di Liga Champions, Leicester City tampil bagus dan dipastikan mereka lolos babak 16 besar.