Liga Super Cina ‘Mengancam’ Liga Primer Inggris

Perkembangan Liga Super Cina semakin pesat dan mereka juga mulai mengimpor para pemain dengan nama besar dari Liga Primer Inggris. Ini mengkhawatirkan.

Apa yang tidak bisa dilakukan oleh Cina? Mereka bukan hanya ahli di bidang ‘meniru’ melainkan juga mengambil alih. Bukan hanya tentang perangkat elektronik seperti Smartphone saja yang sedang booming, melainkan juga dunia sepakbola Cina yang terus meningkat dan sekarang mengancam Liga Primer Inggris. Arsene Wenger bahkan mengungkapkan kekhawatirannya seiring semakin banyak pemain yang pindah di Liga Super Cina dengan iming-iming imbalan dana yang besar.

Arsene Wenger khawatir akan Liga Super Cina

Arsene Wenger berpikir pemain top dewa poker harus memiliki tujuan untuk bermain di liga dengan standar yang lebih baik daripada mengambil uang dan melangkah ke Cina. Arsene Wenger mengharapkan sisa dari nama besar pemain sepak bola tetap berada di Eropa meskipun ia tetap khawatir dengan munculnya Liga Super Cina yang terus mendapatkan perhatian dan terus menyedot para pemain dengan nama besar.

Manajer Arsenal tersebut mengakui bahwa ia khawatir karena upah besar yang ditawarkan untuk pemain dari klub-klub di kompetisi Asia yang berkembang bisa menjadi patokan untuk para pemain berbakat di Liga Premier. Sebagai contoh, klub Tianjin Quanjian siap untuk memberikan striker Chelsea Diego Costa gaji sebesar £ 30 juta setahun untuk pindah ke Cina pada jendela transfer ini.

Pemberlakuan aturan baru oleh FA Cina membatasi jumlah pemain asing di sana dan mengatur untuk lebih menekankan pada investasi dalam pembangunan pemuda yang mungkin akan memperlambat masuknya para pemain asing untuk saat ini. Hanya saja, Wenger memahami ancaman yang ada untuk klub terkemuka di Inggris, oleh sebab itu pihak klubnya termasuk klub lain terlihat untuk mencegah minat pemain terbaik mereka.

Dia mengatakan jika jumlah yang dikeluarkan oleh klub Cina berbahaya. Ya, apa yang ditawarkan Cina bisa menjadi patokan untuk para pemain bola di Eropa dan ia mengatakan jika Eropa tidak bisa bersaing dengan hal semacam itu. Tapi ia masih berpikir bahwa pesepakbola seharusnya memikirkan yang penting dan yang menjadi prioritas bahwa mereka, pemain bola, ingin bermain melawan pemain terbaik di tim terbaik.

Apapun Bisa Terjadi, Eropa Harus Siap

Menurut Wenger, hal semacam ini sudah pernah terjadi sebelumnya di klub-klub di Eropa memang khawatir. Hal yang sama juga terjadi ketika Anda berada di sebuah klub yang lebih kecil. Ya, kadang-kadang klub memiliki waku di mana mereka tidak bisa bersaing secara finansial dengan klub-klub besar yang mengambil pemain mereka. Itu juga bisa terjadi di dalam Liga Primer Inggris.

Wenger menegaskan bahwa ketika seseorang ingin menjadi pemain sepak bola yang terbaik maka aspirasi pertama mereka adalah untuk bermain di liga terbaik, melawan pemain terbaik. Itu harus menjadi target pertama para pemain. Wenger menambakan jika yang ada di Inggris saat ini adalah yang terbaik untuk para pemain sehingga ia tidak habis pikir kenapa pemain harus meninggalkan Liga Primer?

Tapi di akui jika Cina telah berkembang dan bergerak maju. Mereka mencoba untuk mempromosikan sepak bola mereka. Wenger senang jika sepak bola menjadi sangat populer di Cina, tapi ia tetap memiliki harapan agar para pemain dengan nama besar untuk tetap tinggal di Eropa. Namun, apapun tentu bisa terjadi dan untuk hal ini, Eropa harus siap.

Paling tidak, sudah ada beberapa pemain yang hijrah ke Cina seperti Oscar, John Obi Mikel yang meninggalkan Chelsea untuk bermain di China. Ada juga Carlos Tevez yang bermain taruhan bola untuk Shanghai Shenhua. Sebelumnya juga dikabarkan jika Payet telah ditawar untuk ke China tapi ia menolaknya.

Claudio Ranieri Pantas Jadi Pelatih Terbaik Tahun 2016

Franco Baresi mengungkapkan jika Claudio Raineri lebih layak untuk mendapatkan gelar penghargaan sebagai pelatih terbaik di tahun 2016 dibandingkan 2 lainnya.

Tidak hanya klub yang berebut gelar dan prestasi, tidak juga hanya pemain saja yang berebut untuk mengukir sejarah, melainkan juga para pelatih yang berkompetisi untuk menjadi pelatih terbaik. Walau pada umumnya semua pelatih tidak memikirkan akan gelar pelatih terbaik oleh FIFA karena mereka lebih fokus mengatur strategi dan mengarahkan anak asuhnya di setiap pertandingan, paling tidak, gelar pelatih terbaik ala FIFA mampu memberikan semangat dan sekaligus membuat perbandingan antar pelatih.

Franco Baresi: Claudio Ranieri Pantas Raih Gelar Pelatih Terbaik

Menyusul semakin dekat dengan hari dimana FIFA akan menganugerahkan gelar pelatih terbaik untuk musim 2016, sejumlah nama sudah masuk di dalam nominasi gelar ala FIFA tersebut. Salah satu namanya adalah Claudio Ranieri. Menurut Franco Baresi, Ranieri sangat pantas untuk menjadi pelatih terbaik di tahun ini yang artinya Ranieri jauh lebih baik serta mengalahkan Zinedine Zidane dan juga Fernando Santos. Tentunya, ungkapan ini bukan tanpa alasan.

Baresi yang merupakan mantan pemain klub AC Milan tersebut mengungkapkan jika Ranieri layak untuk menerima penghargaan bergengsi tersebut dikarenakan usahanya yang sangat keras dimana ia mengasuh tim kecil Leicester City namun dengan semangat dan kegigihannya, di musim 2015-2016, ia mampu membawa Leicester City hingga ke puncak klasemen sampai pada akhirnya merasakan gelar sebagai juara di ajang paling bergengsi di Inggris, Liga Primer Inggris untuk yang pertama kalinya dalam sejarah klub.

Nama Claudio Ranieri memang telah tercatat sebagai salah satu dari 3 finalis judi online sebagai pelatih terbaik tahun 2016 menurut FIFA. FIFA memahami dengan sebaik-baiknya kenapa Ranieri ikut bersanding dengan nama Zinedine Zidane yang membawa Real Madrid menjuarai Liga Champions 2016 dan sedangkan Fernando Santos berhasil membawa Timnas Portugal meraih juara Euro 2016. Ranieri yang membawa Leicester City menjuara Liga Primer juga tak luput dari pandangan FIFA.

Claudio Raineri Lebih Layak Dibanding Rivalnya

Keberhasilan kedua rivalnya yakni Zidane dan juga Santos sebenarnya dapat dimaklumi lantara tim yang mereka asuh memiliki pemain bintang dan memiliki komposisi pemain yang bagus terutama sang mega bintang, Cristiano Ronaldo yang bukan hanya sebagai pemain Real Madrid saja melainkan juga punggawa Timnas Portugal. Bisa dibandingkan dengan apa yang didapatkan Raineri.

Bukan berarti melecehkan, akan tetapi jika dibandingkan komposisi materi antara Real Madrid dan Timnas Portugal, Ranieri bisa dikatakan tidak memiliki pemain bintang satu-pun saat itu. Sebaliknya, kesuksesan Leicester City di musim kemarin kemudian melahirkan berbagai bintang baru di Liga Primer Inggris. Sebut saja Wes Morgan, Kasper Schmeichel, Daniel Drinkwater, Riyad Mahrez dan Jamie Vardy yang sebelumnya tidak terlalu diperhitungkan.

Menurut Baresi, 3 pelatih yang masuk nominasi memang menjalani tahun dengan sangat luar biasa. Zidane juara Liga Champions, Santos membawa nama negaranya semakin harum di Euro. Sedangkan Ranieri, Baresi mengatakan jika pelatih ini bahkan membuat sebuah keajaiban dengan Leicester City. Ia menambahkan jika tidak ada kata yang pas yang mampu menggambarkan apa yang telah Ranieri lakukan saat menjuarai Liga Primer Inggris.

Masih menurut Baresi, terkadang sulit untuk menentukan siapakah pelatih yang akan mendapatkan gelar sebagai pelatih terbaik di dunia setiap tahun. Namun, untuk tahun ini, Ranieri memang sangat pantas. Akan tetapi, entah apa yang akan terjadi, di hampir separuh musim 2016-17 ini, Leicester City sangat terpuruk hingga berada di urutan 16 klasemen sementara dengan poin 16. Hanya saja di Liga Champions, Leicester City tampil bagus dan dipastikan mereka lolos babak 16 besar.