Komentar Tan Joe Hok Untuk PBSI Pasca Gagal Di Piala Sudirman 2017

Indonesia gagal di Piala Sudirman 2017. Hasil buruk tersebut mendapat komentar dari Tan Joe Hok. Menurutnya, perlu ada perbaikan dan evaluasi secara detail di PP PBSI.

Piala Sudirman 2017 memang telah usai diselenggarakan beberapa waktu lalu. Hasilnya, Indonesia mengalami kegagalan dan jauh sekali dari target. Hal tersebut menarik perhatian Tan Joe Hok. Tan Joe Hok merupakan salah satu pemain bulutangkis di era tahun 60an yang pernah membawa kebanggaan bagi tanah air. Pria kelahiran Bandung itu meminta pihak PP PBSI untuk melakukan evaluasi secara detail, setelah Indonesia meraih hasil yang memalukan di Piala Sudirman 2017. Tak hanya di dalam tubuh PBSI, tapi juga merinci kekuatan agen sbobet negara lain.

Perlu Adanya Introspeksi Diri Di PBSI

Seperti yang diketahui, penampilan Indonesia pada kejuaraan bergengsi itu memang sangat buruk. Ya, karena peraihan itu merupakan pertama kalinya tim Merah Putih dapat disingkirkan di fase grup. Indonesia harus rela pulang setelah dikalahkan India 4-1 dan menang tipis 3-2 saat melawan Denmark. Sektor olahraga bulutangkis yang sering kali menjadi kebanggaan bangsa Indonesia, kini malah terlihat lesu dan melempem.

Tan Joe Hok juga berharap agar PBSI segera berbenah dan melakukan perbaikan. Tak hanya itu, PBSI juga disarakan untuk tidak abai dengan perkembangan yang terjadi negara lain. Ketika ditanya dalam suatu obrolan dengan detikSport, di Jakarta pada hari Kamis, tanggal 1 Mei 2017,

Tan mengatakan, “Kita sekarang mesti introspeksi ke dalam dan ke luar. Kita harus tahu negara lain sudah hebat. Singapura, Malaysia,Thailand,Vietnam, Jepang, RRT (China). Berapa pemainnya? Umurnya berapa, levelnya sampai mana.”

“Semua harus dipelajari secara detail, karena kalau mau perang tapi kita tidak tahu musuhnya kita sendiri nanti yang bakal tidak karuan. PBSI harus mulai berani regenerasi lagi, regrup lagi, kerja keras lagi untuk mendidik pemain lebih keras,” paparnya.

Pria yang menjadi putra Indonesia pertama yang menjuarai All England dan mendapatkan medali emas Asian Games itu, menilai kalau saat ini sistem pelatnas masih cukup ideal. Namun, PP PBSI tidak dapat berjalan sendirian tanpa adanya bantuan dari klub dan pengurus provinsi.

“Itu (Pelatnas) adalah sarana yang paling ideal. Sebab, untuk klub-klub (membiayai atlet) masih terlalu mahal,” ungkap Tan

“Namun, PBSI tidak dapat bekerja sendirian. PBSI itu Penguruh Bulutangkis Seluruh Indonesia, pengurus provinsi harus mendukung kerja pengurus pusat. Masa masing-masing, pemprov itu tidak bisa mengirimkan satu pemain ke pusat,” katanya.

Indonesia Kalah Di Piala Sudirman Akibat Kesalahan Strategi

Sebenarnya, atas kekalahan Indonesia di Piala Sudirman 2017 yang diadakan di Gold Coast itu sudah dikomentari oleh Ketua Umum PP PBSI, Wiranto pada hari Rabu tanggal 31 Mei 2017.

“Ini nanti untuk berikutnya ke berbagai event, di depan ini banyak sekali, kita akan coba melakukan satu metode baru. Untuk mencoba pemain-pemain yang sudah kami poles kelemahannya dan kami majukan lagi. Nanti kami lihat bagaimana kemajuan mereka itu.”

“Kami sudah melakukan suatu evaluasi yang cukup njilimet dari masalah strategi, teknik, kemampuan pemain, kelemahan pemain masa lalu dan bagaimana koreksinya. Tapi kan lawan di sana sudah punya, melakukan langkah-langkah yang sama karena itu kita segera menyelesaikan masalah-masalah hasil evaluasi itu untuk kemudian kami poles kembali.”

“Sekarang yang kami miliki adalah bibit-bibit yang sudah ada, yang kita coba di Piala Sudirman tapi gagal. Memang ada sedikit kesalahan strategis di sana, walaupun sangat tipis, tapi tetap kita mengakui, jujur kita belum mampu mengalahkan lawan, itu harus jujur.”

“Namun, bukan berarti kita harus patah semangat mencapai apa yang bisa kita lakukan untuk mendongkrak toto online yang sudah ada ini, untuk bisa mempunyai kualitas melebihi mereka,” kata Wiranto.