Mourinho Minta Maaf Atas Perlakuannya Pada Schweinsteiger

Mourinho akhirnya meminta maaf kepada Schweinsteiger atas apa yang pernah ia lakukan terhadap sang gelandang tersebut. Bahkan, Mou merasa bersalah.

Mourinho mengatakan jika ia menyesal atas bagaimana cara ia memperlakukan Bastian Schweinsteiger dan bahkan ia meminta maaf kepada gelandang tersebut sebelum kepindahannya ke Chicago Fire. Ya, Pemenang Piala Dunia Jerman, yang bergabung dengan United pada tahun 2015 dan duduk sebagai pemain cadangan setelah kedatangan Mourinho pada musim panas lalu, tapi kemudian ia dibawa kembali ke tim utama sbobet pada akhir Oktober 2016 kemarin.

Schweinsteiger dan Momen ‘Terlupakannya’

Bastian Schweinsteiger bergabung bersama Manchester United selama 20 bulan dan bisa dikategorikan sebagai pemain yang mudah untuk dilupakan. Gelandang asal Jerman tersebut bergabung dengan United pada bulan Juli 2015 di bawah kepemimpinan Louis van Gaal, tapi kemudian pelatih asal Belanda itu dipecat kurang dari setahun kemudian.

Jose Mourinho mengambil alih pada bulan Mei 2016 dan salah satu tindakan pertama pelatih asal Portugis itu adalah mengusir Schweinsteiger untuk berlatih dengan tim U-23. Sekarang, dengan Schweinsteiger ke Chicago Fire di MLS, Mourinho mengambil waktu untuk merenungkan hubungannya dengan gelandang asal Jerman tersebut dan mengatakan ia menyesalkan bagaimana dulu ia memperlakukan sang gelandang.

Menurut sang manajer, Bastian adalah pemain yang ia kategorikan dimana ia merasa kasihan terhadapnya karena sesuatu yang ia lakukan padanya. Mourinho tidak berhenti untuk terus memuji kemampuan Schweinsteiger sebagai pemain, akan tetapi sedikit menutupi sebagai pribadi. Ia mengatakan, jika ia ingin membicarakan tentang Bastian sebagai seorang lelaki dan itu pula yang ia katakan sebelum Bastian pergi.

Mou mengakui jika ia pernah berbuat salah pada Bastian dan ia harus melakukan hal yang benar untuknya sekarang. Sehingga ketika Bastian meminta Mou untuk pergi, Mou mengatakan, ‘Ya, Anda bisa pergi’. Namun, ia merasa menyesal dan kasihan pada saat Mou baru mengambil alih posisi pelatih serta menentukan kebijakan terhadapnya. Mou juga mengatakan jika Bastian mengetahui hal tersebut.

Mourinho Menyesal atas Perlakuannya Kepada Schweinsteiger

Awalnya, Mourinho tidak pernah merasa bersalah atau menyesal dengan apa yang telah ia lakukan pada Schweinsteiger. Bahkan, ia tidak terlihat menunjukkan penyesalan sama sekali. Namun, pada akhirnya, ia mengakui jika ia menyesal dan telah mengakui. Mou juga telah mengatakan hal yang sama pada sang gelandang sehingga pemain yang berusia 32 tahun tersebut mengetahui penyesalan Mou.

Walaupun bisa dikatakan terlambat, setidaknya Mou telah membuat pernyataan di depan umum yang pada akhirnya diketahui oleh semua orang. Mou terlihat sangat lembut ketika mengatakan hal demikian karena memang seharusnya ia merasa menyesal atas apa yang ia lakukan terhadap sang gelandang. Bahkan, ungkapan penyesalan Mou juga cukup dalam dengan mengatakan ia merindukan orang yang baik, seorang professional yang baik yang juga memiliki pengaruh yang baik di dalam camp pelatihan.

Mourinho memang seharusnya bisa belajar dari peristiwa ini bahwa bagaimanapun ia harus tetap menghargai para pemain. Tapi, setiap pelatih atau manager memiliki gaya yang khas masing-masing begitu juga para pemain sepak bola. Sehingga, apa yang dikatakan Mou kepada media tentang penyesalan dan pengakuan salahnya terhadap apa yang ia lakukan pada Bastian, bisa dijadikan kesimpulan jika Mou juga memiliki hati yang lembut dan berani mengaku salah.

Adapun tentang karir raja poker dan masa depan Bastian Schweinsteiger belum bisa dipastikan apakah ia akan tampil cemerlang setelah kepindahannya dari United atau tidak. Yang jelas, ia harus dapat membuktikan bahwa dirinya memang layak dibanggakan serta dipertahankan oleh setiap klub dimana ia membelanya. Kita lihat nanti.